Tuesday, November 8, 2011

Bila waktu telah berakhir [Babak Akhir]

Lagu latar: Maha Melihat - Opick feat Amanda



seiring waktu berlalu
tangis tawa di nafasku
hitam putih di hidupku
jalani takdirku

tiada satu tersembunyi
tiada satu yang terlupa
segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya

reff:
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
PadaMu hati bertobat

Kau yang Maha Pengasih
Kau yang Maha Penyayang
Kau yang Maha Pelindung
PadaMu semua bertekun

yang dicinta ’kan pergi
yang didamba ’kan hilang
hidup kan terus berjalan
meski penuh dengan tangisan


andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa ku kembali
hapus semua pedih

andai mungkin aku bisa
kembali ulang segalanya
tapi hidup takkan bisa
meski dengan air mata

---------------------------------------

Babak Akhir - (di tanah perkuburan)


Genap 2 bulan pemergian arwah Nur ke rahmatullah. Kehilangannya amat dirasai terutamanya pada Khalid. Khalid seperti hilang tempat bergantung. Khalid tak betah tanpa kehadiran Nur disisi. Tiap pagi dia bangun, tercari-cari di mana Nur. Tiap malam semasa beradu, tidak lena dia teringatkan Nur.

Tanpa Nur, cahaya hidup Khalid jadi suram. Khalid jadi patah kaki. Dia rindukan senyuman isterinya itu. Senda gurau, tawa mesra, nasihat dan kata-kata hikmah dari isterinya. Dia rindukan belaian kasih sayang Nur. Sungguh dia merindui saat-saat indah mereka bersama. 28 tahun hidup bersama serasa bagai sekelip mata Nur ditarik pergi dari sisi. Terasa sasau juga Khalid pada mulanya. Saat ini harta benda pun tak mampu menceriakan hatinya yang suram kelam itu.

Mujurlah Adib dan Sara sentiasa menemani. Tidaklah Khalid berasa terlalu sunyi. Keletah dua beradik itu sentiasa membuat Khalid tersenyum.

Adib: Walid, jangan sedih macam ni. Nanti tak tenang ummi di sana.

Sara: Yelah walid. Kita doakan ummi tenang disana ye. InsyaAllah kita doakan ummi ditempatkan dikalangan para kekasih Allah. Ummi pun tentu sedih kalau tengok walid macam ni.

Dua beradik itu kasihan melihat walid mereka. Sugul saja sejak pemergian arwah ummi. Tidak lalu makan. Tidak bersemangat seperti biasa. Ummi, betapa kau permata berharga dalam hidup kami. Kehilanganmu amat kami rasai....

Khalid: Walid rasa masih tak cukup nak membalas jasa arwah ummi kamu tu. Walid rasa tak cukup lagi untuk walid berbakti kepada arwah. Arwah banyak berkorban untuk walid. Walid tak sempat balas semuanya....walid...walid...rindu....(menitis air mata lelakinya..sebak dadanya. Sungguh dia tidak tegar hidup tanpa Nur.)

Adib: Walid, yang berlalu tu usahlah kita kenangkan lagi. Adib yakin arwah ummi dah maafkan segalanya. Dalam tempoh 23 tahun ni walid dah banyak berubah. Doa arwah ummi dah termakbul. Itu sudah cukup besar hikmahnya walid. Janji Allah, yang hidup semuanya pasti akan mati. Redhalah walid.

Sara: Syukurlah kita semua dapat berbakti kepada arwah ummi. Sara pun tak dapat nak balas didikan dan kasih sayang arwah. Sara pun rindukan arwah, walid. Walaupun dia bukan ibu kandung Sara, tapi kasih sayang arwah melebihi segalanya. Tapi Sara lebih suka doakan agar arwah tenang bersemadi di sana. Sara tau..arwah ummi takkan pernah tinggalkan kita. Dia sentiasa ada dalam hati kita ni.


Adib: Walid jangan sedih sangat ye..Adib dengan Sara kan ada. Kami takkan tinggalkan walid keseorangan, insyaAllah. Adib dah janji dengan arwah ummi akan jaga walid sampai ke akhirnya jika diizinkan Allah.

--------------

Nur....lihatlah Nur. Betapa kedua anak ini membesar menjadi anak yang soleh dan solehah dengan didikanmu, Nur. Abang berhutang budi padamu...Terima kasih Nur. Sudi menjadi sinar cahaya dalam hidup kami. Terima kasih Allah, Kau hadirkan Nur sebagai pelengkap hidup kami. Sebagai penunjuk ke arah jalan kebenaran untuk aku yang alpa satu ketika dahulu.

Ya Allah, Kau ampunkanlah dosaku padaMU. Sesungguhnya aku hambaMu yang hina ya Allah. Terlampau banyak dosaku padaMu..pada isteriku. Ampunkanlah aku ya Rabb..berilah kesempatan padaku untuk memperbaiki hidup ku ini. Aku tak ingin kecewakan Kau..Aku tak ingin kecewakan Nur yang telah banyak membantuku untuk berubah..untuk berusaha menjadi hambaMu yang taat..dan bertaqwa.

Nur...Abang cinta padamu...takkan pernah mati rasa ini selagi diizinkan Allah.
Bersemadilah dengan aman ya sayang.
Al-fatihah untukmu...
++ Live.Life.Cool ++

0 comments:

 

Popular Posts

Followers

About Me

My Photo
Love Purple and Maroon. Meluah kata kadang tidak semudah yang difikirkan. Pabila berbicara, banyak hati yang perlu dijaga sehingga ada kalanya kita terpaksa mengabaikan perasaan sendiri. Terkadang bila ingin meluah, lidah kelu untuk melontar butir kata. Gembira, marah, merajuk, suka, duka semuanya dipendam. Keterbatasan emosi membuat kita kerap menyimpan rasa dalam hati. Lantas ruang kecil ini aku jadikan satu medium untuk aku meluah rasa dan idea. Bahkan aku harap agar setiap emosi yang mewarnai diri ini akan menjadikan hidup aku lebih bermakna untuk aku kenangi sebagai kisah klasik yang indah.

Sofie's Mind Copyright ©. Designed by Whitey Mommy